Postingan

'PENGAGUNGAN" ANTARA IBADAH DAN ETIKA

Gambar
MENGAGUNGKAN ANTARA IBADAH DAN ETIKA Banyak orang keliru dalam memahami substansi pengagungan dan ibadah. Mereka mencampur kedua substansi ini dan menganggap bahwa apapun bentuk pengagungan berarti ibadah kepada yang diagungkan. Berdiri, mencium tangan, mengagungkan Nabi saw. dengan kata Sayyidina dan Maulana, dan berdiri di depan beliau saat berziarah dengan sopan santun; semua ini tindakan berlebihan di mata mereka yang bisa mengarah kepada penyembahan selain Allah swt. Pandangan ini sesungguhnya adalah pandangan bodoh dan membingungkan yang tidak diridloi Allah swt. dan Rasulullah saw. serta menyusahkan diri sendiri yang tidak sesuai dengan spirit Syari’at Islamiyyah. Nabi Adam as. manusia pertama dan hamba Allah swt. yang shalih yang pertama dari jenis manusia, oleh Allah malaikat diperintahkan untuk bersujud kepadanya sebagai bentuk penghargaan dan pengagungan atas ilmu pengetahuan yang diberikan Allah swt. kepada Nabi Adam as. dan sebagai proklamasi kepada para mal...

MEMAKI ORANG ISLAM ADALAH TINDAKAN FASIQ DAN MEMERANGINYA ADALAH TINDAKAN KUFUR

Gambar
MEMAKI ORANG ISLAM ADALAH TINDAKAN FASIQ DAN MEMERANGINYA ADALAH TINDAKAN KUFUR Ketahuilah bahwa membenci, memboikot dan berseberangan dengan kaum muslimin adalah haram, memaki orang Islam adalah tindakan fasiq dan memeranginya adalah tindakan kufur jika menilai tindakan tersebut adalah halal. Kisah mengenai Khalid ibn Walid bersama pasukannya ketika menuju Bani Jadzimah untuk mengajak mereka masuk Islam cukup digunakan untuk menolak pemahaman harfiah (literal) dari judul di atas. Saat Khalid tiba di tempat mereka, mereka menyambutnya. Lalu Khalid mengeluarkan instruksi, “Peluklah agama Islam!”. “Kami adalah kaum muslimin.” Jawab mereka. “Letakkan senjata kalian dan turunlah.” lanjut Khalid. “Tidak, demi Allah. Karena setelah senjata diletakkan pasti ada pembunuhan. Kami tidak bisa mempercayai kamu dan orang-orang yang bersama kamu.” jawab mereka kembali. “Tidak ada perlindungan buat kalian kecuali jika kalian mau turun,” Kata Khalid. Akhirnya sebagian kaum menuruti perin...

Islam Pertama Kali Diterima di Nusantara

Gambar
Perlunya kita belajar sejarah sebelum berdakwah. Jika memakai ilmu perbandingan, bisa dibilang Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebanding dengan Masjidil Haram. Hal itulah yang membuat saya makin kagum pada Walisongo. Maksudnya begini, kalau ada "Masjidil Haram", berarti logikanya ada puluhan "masjid agung" kan? Kalau ada tempat ibadah Hindu-Buddha selevel "Masjidil Haram", berarti bukan tidak mungkin Indonesia zaman dahulu sudah dipenuhi ribuan "mushola" umat Hindu-Buddha. Orang tidak mungkin bisa membuat sesuatu berskala besar tanpa bisa membuat sesuatu yang berskala kecil-kecil dulu. Tentu kita jadi bisa membayangkan kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu adalah golongan mayoritas. Kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu sangat mendominasi, bagaimana bisa Walisongo membalik kondisi tersebut? Kalau Anda belajar sejarah, Anda pasti makin heran dengan Walisongo. Silakan Anda baca dengan teliti isi b...

BAHAYA MEMVONIS KAFIR KEPADA SESAMA MUSLIM

  LARANGAN MENJATUHKAN VONIS KUFUR ( TAKFIR ) SECARA MEMBABI BUTA Banyak orang keliru dalam memahami substansi faktor-faktor yang membuat seseorang keluar dari Islam dan divonis kafir. Anda akan menyaksikan mereka segera memvonis kafir seseorang hanya karena ia memiliki pandangan berbeda. Vonis yang tergesa-gesa ini bisa membuat jumlah penduduk muslim di dunia tinggal sedikit. Kami, karena husnuddzon, berusaha memaklumi tindakan tersebut serta berfikir barangkali niat mereka baik. Dorongan kewajiban mempraktekkan amar ma’ruf nahi munkar mungkin mendasari tindakan mereka. Sayangnya, mereka lupa bahwa kewajiban mempraktekkan amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan tutur kata yang baik (bi al-Hikmah wa al-Mau’idzoh al–Hasanah). Jika kondisi memaksa untuk melakukan perdebatan maka hal ini harus dilakukan dengan metode yang paling baik sebagaimana disebutkan dalam QS. an-Nahl:125: ''Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan ...

RENUNGAN MUHARRAM

RENUNGAN PERGANTIAN TAHUN Hari berganti hari, bulan berganti bulan Tahunpun ikut berlalu seiring berjalannya waktu Tak terasa usia makin bertambah Kesempatan hidup makin menyusut Kesempatan beramal pun makin tersita Waktu ibarat pedang, jika kita tidak bisa mempergunakannya maka waktu yang akan menggelincirkan kita Jika kita tidak menyibukkan dengan kebenaran maka kita akan disibukkan dengan kebatilan Sehari ada 24 jam berbagai kenikmatan telah diberikan-Nya tidak lebih dari tiga persen waktu yang diminta dari kita untuk menunaikan ibadah fardu kepada-Nya Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." (Al-Hasyr: 18) Sudahkah kewajiban itu kita penuhi…? Atau justru kita makin larut dengan rutinitas sehari-hari Hingga merasa diri ini tak akan pernah mati Padahal “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati Dan sesungguhnya pada ha...

SIAPAKAH MAKHLUK BERNAMA 'KAFIR' ITU?

Gambar
Belakangan ini nama kafir sangat mudah diucap dan disematkan pada seseorang. Cukup hanya dengan satu atau dua perbedaan pendapat orang sudah dicap sebagai kafir . Cukup dengan satu kesalahan seseorang dituduh kafir . Cukup dengan satu pernyataan orang dituduh kafir . Kalau seperti itu habis  sudah   orang muslim dan mu'min. Karena setiap manusia pasti punya salah dan khilaf yang memang sudah menjadi kodratnya, manusia tempatnya salah dan dosa. B ayangkan saja, yang benar-benar beriman dan islam saja karena sebuah kesalahan dituding kafir , apalagi yang benar-benar non-muslim. Terlebih lagi dalam beberapa momentum tuduhan kafir dijadikan sebuah senjata yang sangat tajam untuk dihujamkan kepada musuh. Lantas siapakah kafir sebenarnya ? ' Kafir ' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan orang yang tidak percaya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan asli kata Kafir berasal dari Bahasa Arab yang berarti mengingkari, dan berdasarkan dari arti kata menu...
MALAM LAILATUL QADAR /MALAM SERIBU BULAN TIDAK SAMA DENGAN 83 TAHUN 4 BULAN, BERIKUT PENJELASANNYA. ليلة القدر خير من الف شهر Dari ayat ini banyak orang memahami bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar sama dengan beribadah seribu bulan , bahkan lebih. Dengan teks ayat tersebut banyak orang mengartikan seribu bulan dengan hitungan matematis yang artinya seribu bulan adalah 83 tahun lebih 4 bulan. Perhitungan tersebut diambil dari tiap tahunnya yang terdiri atas 12 bulan. Jadi seribu bulan dibagi 12 bulan sama dengan 83 tahun lebih 4 bulan. Namun dengan perhitungan ini saja sudah cukup meningkatkan motivasi seseorang untuk berlomba menemukan malam tersebut. 1000 : 12 = 83,4 Namun apa benar bahwa seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan? Dalam ayat ke 3 dari surah Al-Qadr tersebut memang Allah SWT menyebutkan dengan jelas bahwa Lailatul Qadar Khoirun min Alfi Syahrin . Namun apakah lantas kemudian kita memaknai dengan hitungan matematis? Dalam sebuah ilustrasi, ke...