SIAPAKAH MAKHLUK BERNAMA 'KAFIR' ITU?


Hasil gambar untuk kafir

Belakangan ini nama kafir sangat mudah diucap dan disematkan pada seseorang. Cukup hanya dengan satu atau dua perbedaan pendapat orang sudah dicap sebagai kafir. Cukup dengan satu kesalahan seseorang dituduh kafir. Cukup dengan satu pernyataan orang dituduh kafir. Kalau seperti itu habis sudah orang muslim dan mu'min. Karena setiap manusia pasti punya salah dan khilaf yang memang sudah menjadi kodratnya, manusia tempatnya salah dan dosa. Bayangkan saja, yang benar-benar beriman dan islam saja karena sebuah kesalahan dituding kafir, apalagi yang benar-benar non-muslim.
Terlebih lagi dalam beberapa momentum tuduhan kafir dijadikan sebuah senjata yang sangat tajam untuk dihujamkan kepada musuh.

Lantas siapakah kafir sebenarnya?
'Kafir' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan orang yang tidak percaya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan asli kata Kafir berasal dari Bahasa Arab yang berarti mengingkari, dan berdasarkan dari arti kata menutup kebenaran. Namun satu kata Kafir memiliki banyak arti jika diambil dari Bahasa Arab. Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam mengartikan kata Kafir dari bahasa Arab, apalagi Al-Qur'an.

Dalam Al-Quran kata 'Kafir' diulang kurang lebih sebanyak 180 kali. Dan para Ahli Tafsir mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menafsirkan kata Kafir tersebut. Sebab Kafir memiliki banyak arti.

"Kafir punya banyak makna, orang bisa mengucapkan dua kalimat Syahadat namun Durhaka. Dia bisa disebut KafirMisalnya ayat 28 dari Surah al-Imran:
لايتخذ المؤمنون الكافرين أولياء من دون المؤمنين
Kafir dalam ayat ini bukan hanya berarti non muslim, bisa jadi dia muslim tapi dia durhaka."
"Kafir bisa berarti, mengingkari agama, mengingkari sholat, mengingkari Islam, munafiq, kikir dan pada dasarnya kafir berarti menutup,menutup kebenaran," demikian kata Dr. Quraisy Syihab.

Seseorang yang tidak bersyukur atas nikmat yang ada juga bisa disebut kafir.
لإن شكرتم لأزيدنكم ولإن كفرتم إن عذابي لشديد

Sayyidina Ali pernah ditanya mengenai kelompok-kelompok yang menentangnya.
"Apakah mereka kafir?
"Tidak, mereka adalah orang-orang yang menjauhi kekufuran," jawab Ali.
"Apakah mereka orang-orang yang munafik?
"Bukan, orang-orang munafik hanya sekelebat mengingat Allah sedang mereka banyak mengingatnya," jawab Ali.
"Terus siapakah mereka?
"Mereka adalah kaum yang terkena fitnah yang mengakibatkan mereka buta dan tuli," jawab Ali.

Namun karena secara umum kafir dipahami sebagai orang non muslim, maka nabi melarang seseorang untuk menuduh orang lain kafir. "Siapa yang menuduh seseorang kafir padahal orang tersebut tidak kafir, maka tuduhan kafir kembali kepadanya, dia dinilai oleh Tuhan sebagai kafir."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKNA DAN NAMA-NAMA AL-QUR'AN

Tujuan Menuntut Ilmu menurut Al-Qur'an dan Hadits

Tafsir Ayat 29 dari Surat Al-Baqarah