Kisah Nabi Ishaq a.s.
KISAH NABI ISHAQ A.S.
A. Kelahiran Nabi
Ishaq a.s
Ketika Nabi Ibrahim sudah tua, istri
pertamanya yang bernama Sarah hamil. Sarah sendiri tidak pernah menduga.
lstrinya berkata, “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak
padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang
sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”
Para malaikat pun berkata, “Apakah kamu
merasa heran tentang ketetapan Allah? Itu adalah rahmat Allah dan
keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha
Pemurah.”
Kehamilan Sarah merupakan karunia
Allah. Setelah dilahirkan, bayi itu diberi nama Ishaq. Ishaq termasuk orang
terpilih yang telah diberikan anugerah oleh Allah. la termasuk ke dalam
golongan orang-orang yang saleh. Allah juga telah menjadikannya sebagai
pemimpin yang memberi petunjuk tentang perintah Allah, seperti menyembah Allah,
mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat. Selain itu,
Ishaq diberikan anugerah oleh Allah memiliki ilmu yang tinggi, cerdas,
berakhlak mulia, dan selalu mengingatkan umatnya tentang kehidupan akhirat.
Sejak kecil, Ishaq telah menampakkan
tanda-tanda kenabian. la memiliki pribadi yang baik hati, suka menolong yang
lemah, rajin beribadah serta berjuang di jalan Allah. Ketika menginjak dewasa.
Ishaq sering membantu ayahnya berdakwah di daerah Kan’an (Palestina) dan Syam.
Akhirnya, Allah mengangkat Ishaq sebagai nabi.
B. Dakwah Nabi Ishaq a.s
Ishaq diutus Allah untuk berdakwah di
wilayah Palestina, khususnya daerah Kan’an dan Syam. lshaq meneruskan dakwah
ayahnya, Ibrahim, yang sudah tua. Dalam dakwahnya, Nabi Ishaq selalu mengajak
umatnya untuk menyembah Allah, mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang,
dan menunaikan zakat.
Ketika usia Ibrahim semakin tua, ia
menganjurkan lshaq untuk segera menikah. lshaq memenuhi anjuran ayahnya. la
menikah dengan gadis pilihan ayahnya yang bernama Rifqah yang merupakan
keponakan Ibrahim.
Keduanya hidup bahagia dan membangun
rumah tangga yang damai, saling meyayangi, menghormati, dan menghargai. Setelah
sepuluh tahun menikah, keduanya dikaruniai dua orang anak yang diberi nama
Ya’qub dan Ish. Nabi Ishaq meninggal dunia pada usia 180 tahun.
Pesan moral dari
Kisah Nabi Ishaq a.s adalah
1.
Sikap baik hati,
suka menolong, dan patuh kepada orang tua patut kita jadikan teladan.
2.
Sosok yang cerdas,
pandai berbicara, dan baik hati dapat menjadi modal meraih simpati dalam
berdakwah dan memudahkan dalam bergaul dengan sesama manusia.
3.
Nabi Ishaq mampu
membangun rumah tangga yang damai, bahagia, dan saling meyanyangi. Suasana
keluarga seperti ini patut diteladani.
4.
Keindahan pribadi
dan ketaatan Nabi Ishaq kepada Allah dan orang tua telah menjadikannya sebagai
manusia terpilih
Komentar
Posting Komentar